Kisah Memperjuangkan Beasiswa

Banyak suka dukaku dalam proses penyelesaian Program beasiswa ini.

Dimulai saat aku mulai dipanggil P. Kasi untuk mewakili beliau rapat di Lantai 2 Gedung Pusat STAIN Purwokerto

Disana bersama dengan para utusan dari 4 kabupaten lainnya yang masih dalam Karisidenan Banyumas. Karena termasuk Orang baru jadi ketemu dengan para staf Mapenda memberi wacana dan gambaran serta teman tentunya. Tukar cerita terjadi antara aku dan teman2 lainnya.

Ternyata Mapenda Banjarnegara termasuk yang personilnya sedikit dibandingkan dengan Mapenda Kabupaten lainnya. Dari analisa “omong2”, dengan intensitas dan kapasitas pekerjaan di Mapenda dibutuhkan minimal 8 orang staff + 1 Kasi yang dapat memberikan pelayanan dan kesanggupan semua pekerjaan di Mapenda. Kalau dibandingkan dengan di Banjarnegara bisa dibayangkan……:(

Setelah rapat pulang, mampir di Kemenag Banyumas untuk mengakrabkan dengan orang-orang di sana, kebetulan Mas Teguh orangnya baik, di ajak ke sana dan disuguh di sana.  Lalu mampir buat beli buat beli Mouse dan Keyboard, “mumpung pikirku”… pulang kehujanan karena terlalu sore.

Dilanjutkan Sosialisasi di Aula dan Pendaftaran di Kolektif oleh pengawas karena pekerjaanku untuk mengolah nilai USBN dikarenakan belum pada masuk dari Pengawas dan Sekolah2 yang bersangkutan.

Hari senin tanggal 16 April di terima banyak sekali peserta dengan berbagai wacana dan alasan. Ada waktu 1 hari lagi untuk rekap pikirku. intinya aku pengin membantu dan data masuk tidak bersamaan dan rekap bahkan dari pengawas ada yang tidak dibuat terpaksa menulis sendiri, sampai sore belum kelar.

Harapan hari Selasa bisa selesai dan di setor ternyata tidak bisa kelar, karena ternyata data bertambah padahal sudah ditutup pada hari tersebut dan lembur sampai sore dibantu Mba Tuti sebagai “asisten”.

Hari rabupun terpaksa memilah-milah data, ada yang Cuma buat 1 rangkap, foto gak lengkap, ngirim data tumpang tindih… pokoknya harus selesai. Lembur sampai jam 5 ditemani hujan dan dibantu P Marna, dan B Nunung ternyata tidak membuat pekerjaan kelar, karena jam 4.30 sore sore listrik mati….. oh….  Nasib. Tak tunggu sampai hampir jam 5.

Jika sampai jam 5 belum kelar, aku pulang….

Memang harus pulang jam 5 an belum hidup dan nunggu bis jam 5.30 baru ada dan sampai rumah jam 7.30 malam. Dengan basah dan capek.

Hari besoknya harapan di antar dengan mobilpun tidak bisa terlaksana karena mobil di pakai untuk mengantarkan naskah tray-out yang lebih penting. Baru berangkat jam 11an. Dengan terpaksa menggunakan sepeda motor dan beban dokumen di jok belakang ku berangkat dengan minta doa sama teman2 agar selamat sampai tujuan.

Belum melewati alun2….. e…. di stop sama p polisi karena tidak menghidupkan lampu. Mungkin pikirnya orang jauh, bawa muatan banyak dan besar, dan juga pas aku pake dobelan celana sehingga identitas pegawai tidak kelihatan. Dengan tidak bisa dinego terpaksa aku di”TILANG’ dan aku memutuskan sidang tanggal 26 april.

Sampai di sana jam 12an sampai STAIN Pwt barang diturunkan di gedung pusat. Udah mau di bawa, di stop sama pegawainya karena salah kamar, dokumen di serahkan digedung belakang bagian Tarbiyah…. Naik lagi tuh dokumen, di tali lagi, di antar sampai gedung belakang. Disana disambut sama mas Anam sebagai staf di sana. Peluh tak kuperdulikan asal dokumen sampai dan lekas pulang.

Lumayan sambil ngecek file di sediakan bakso sebagai penyambut. Dan lama ngecek ternyata rekap tertinggal karena kesusu. Tapi untung bawa soft copy dan di print di Stain-nya.

Pulang mampir ke Toko komputer buat beli CD dan Bluetooth untuk persiapan sosialisasi BOS di Banjar. Pulang e.. hujan deras sekali, petir2 menyambar2. dan kepater sampai jam 4an lebih. Takut pulang kemalaman agak rintik2 aku nekat pulang dengan pake jas hujan.

Jumat berangkat ke kantor seperti biasa, dan kembali ke rutinitas biasa (nilai yang tak kunjung di setor2, sampai “jengah”).

Senin 23  April pagi dapat ultimatum untuk ikut Diklat ABPP di Hotel surya yudha, sampai kamis bareng sama Mas Karyono. Karena tidak persiapan terpaksa pulang jam 12 dan kembali ke kantor, langsung meluncur ke posisi. Cek in dulu karena Mas Karyono lagi jaga naskah di diknas. Sampai hari kamis terkurung dan bekerja membuat analisa.

Kamis 26 April pulang agak sore, pengin renang sebentar sama anak dan istri yang nyusul, karena ingat harus “NeBus” tilang di Pengadilan. Sampai di pengadilan gak ingat dompet tinggal 27ribu dan uang di tas dibawa istri duluan karena gak bawa helm yang naik bis.

Sambil memelas aku minta agar bisa ditebus dan memang tinggal sendiri, waktu sudah jam 2.30 sore. Akhirnya boleh dan aku pulang sampai rumah dengan menghela nafas dan BERSYUKUR.

Lah… pas pengumumun inilah yang merupakan waktu ribut, file juga belum di kasih dari Kanwil, udah banyak yang tanya dan mendesak, kapan pengumuman dipasang. Terpaksa kadang HP tak matikan karena capek menjawabnya, dengan saran Mas Karyono di papan pengumuman di pasang Bahwa Hasil Seleksi Belum Turun…. Lumayan biar tidak tanya2 terus.

Hari Selasa Sore 1 Mei file dikirim dari kanwil dan langsung ku pasang….

Dengan kisah ini aku yakin ada hikmah dan semoga bermanfaat bagi yang di daftarkan… amin…

  1. Semoga Beasiswa ini sebagai hadiah Hari Pendidikan Nasional bisa bermanfaat
  2. Bagi tidak lolos harap berbesar hati
  3. Bagi yang lolos silahkan lanjutkan ke Regfistrasi Ulang Info
  4. Penerimaan adalah murni dari hasil ujian dan sesuai dengan kuota yang telah ditentukan dari IAIN Walisongo [Hasil]

Terima kasih ….

Nangim-Mapenda

About Nangim

Ngalap Berkah

Posted on May 1, 2012, in Mapenda, Umum. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: