KETAKUTAN AKAN MLM

Hari ini karena pekerjaan sudah selesai dan bingung aku mau mengerjakan apa. Karena “jengah” aku mencoba untuk facebook-an. Pada saat itu aku chattingan dengan teman lamaku. Saat itu aku liat dia aktif dan aku mencoba untuk menyapanya dengan tulisan. Tanya kabar, ngalor-ngidul, tanya keluarga dan lain-lain. Karena dia bertanya tentang MLM yang pernah aku ikut. Dulunya memang dia yang aku ajak dengan getol untuk menjadi downline ku, dan aku berharap bisa menjadi jaringanku yang mengembangkan pasar dan pemasaran di daerah Blitar. Dia bertanya kepadaku apa masih aktif d MLM, aku jawab “Sementara berhenti” dan mungkin aku buat sendiri. Dia merespon oo…. (gambaran orang pesimis dalam sesuatu).

Aku mendapatkan ide untuk menantangnya apa dia masih menjadi orang yang tidak memiliki “eye contact” positif terhadap ide dan kecenderungan “Bani Israil”. Idenya adalah aku bikin MLM sendiri, dan dia mencibir : “Jangan menipu orang, entar di tangkap polisi”.  Ide berlanjut, “Insya Alloh tidak yang penting sama-sama untung, nama CGC, kami pengin tau….?”. Dia menjawab gak perlu dan gak usah. Jawaban yang sudah pasti aku tau. Dan dia “melengos” pergi. Padahal artinya Customer Get Customer. Sebuah ide pemasaran Komputer dan Laptop yang ingin aku wujudkan. Dari ide dulu itu point aku. Tapi yah…. emang kalau udah jadi pesimistis mau gimana lagi….

Dan dengan model orang yang selalu menutup ruang rangka pikiranm, mau di “Jejeli” informasi apapun dengan keuntungan apapun gak akan mempan. Dan itu bukan “Calon Orang Besar”.

Aku memang agak underestimate dengan pertayaan itu. Banyak orang yang aku ajak dengan getol dan menjanjikan keberhasilan dan kesuksesan dalam menjalankan bisnisMLM itu, namun sedikit yang mempunyai semangat yang aku miliki. Aku semangat sekali dalam mengajak, akan tetapi sedikit yang ikut. Walau sudah mengikuti banyak pelatihan, ternyata tidak sesuai dengan basic dari jiwa dan pendidikanku, dan Matol (mati total) dalam pelaksanaanya. Aku lebih mementingkan dalam mengerjakan Program dan meluluskan teman seperjuangan agak lulus kuliah. Istilah yang keren adalah pelacur intelektual.

Semua kegiatan dan pertemuan dari MLM tersebut mulai aku tinggalkan karena menyita waktu, tenaga, dan tentunya uang yang menjadikanku “terlalu obral uang”.

Aku mencoba menjadi orang yang dapat bersyukur dengan apa yang aku dapat dan telah terjadi. Sebagai ujian dan sebagai hikmah. Seperti halnya dalam MLM yang sudah aku ikuti. Sebenarnya menurutku tidak ada yang salah dengan MLM dan pelatihannya. Dari situ aku banyak mengambil pengalaman bagaimana berbisnis dan mengenal orang dengan pelatihan yang langsung kesasaran.

Banyak sekali hasil informasi dan pelatihan yang aku manfaatkan dalam kehidupan ke depan walau bukan dalam bisnis MLM.  Pelatihan mental menjadikanku kuat dan tidak canggung dalam bertemu dengan orang. Dan dari perhitungan dari bisnis menjadikanku peka dengan sebuah peluang, prospek dan harapan akan sebuah ide, orang, dan kesempatan.

Keberanian berbicara dengan orang, prospekting, dan mental menghadapi orang itu adalah utama. Dan memang ilmu ini harus aku bayar dengan mahal. Uang sudah banyak aku keluarkan, rasa malu sudah aku hilangkan. Dan ini adalah modal aku untuk menjadi orang besar tentunya. Yang utama lagi adalah menghargai orang dan mencontoh perilaku orang sukses dan besar yang tidak pesimis dalam melakukan sesuatu, semangat dalam pekerjaan, dan optimis dalam menyongsong keberhasilan.

Ilmu ini tidak diajarkan dan di dapatkan serta merta bahkan dari sekolah formal. Makanya dengan pengetahuan yang aku dapat dari MLM tersebut aku bisa melihat orang bagaimana dalam memandang sesuatu aku bisa tahu gambaran jatidirinya dan masa depan orang itu. Orang besar adalah orang yang bisa memberikan penghargaan akan ide dan positif terhadap hubungan kemasyarkatan di mana dia berada, dari organisasi apa, agama apa, posisi apa, dan mungkin dari MLM apa saja. Dengan tidak ada ketakutan dan dendam karena mungkin merasa ditipu dan mencibir aku berhubungan akan menjadi baik. Disinilah letak informasi dan pengetahuan “Ilmu Laku” itu berada. Dan dengan praktek langsung menjadikan diri kita memiliki aura yang tidak dimiliki oleh orang lain. Aura kesuksesan, keberhasilan dan mata orang besar.

Tidak menundukkan mata kita saat bertatapan dengan orang lain adalah suatu “Mental” orang sukses dan berhasil. Dengan pendidikan di MLM menjadikanku tidak takut menatap orang, bahkan matanya. Tidak pandang bulu, dia pejabat, orang besar, ataupun kyai. Aku berani menatapnya bukan sebagai penantang namun sebagai penghargaan terhadap orang yang kita ajak bicara.

Dari pengalamanku berbicara dengan orang, ketika orang tersebut di pandang dan memperhatikan mereka, mereka merasa dihargai bukan ditantang. Dengan membalas tatapan itu menjadikan mereka merasa, bahwa yang diajak bicara bisa berjalan “bergandengan” dalam perkataan.

Orang mencemooh MLM dengan segala kejelekannya, membuat mereka akan enggan berhubungan dengan orang yang telah mengajaknya, dan bagi aku yang mengajak dia “males” memberikan informasi yang lain yang tidak ada hubungannya dengan MLM dan mungkin itu dengan Ikhlas dan mungkin berharga. Bagiku dengan enggan mereka berhubungan denganku, walau aku tidak enggan, “Telah memutus tali silaturrahim”.

Wallahu a’lam Bissowab.

Aku bersyukur dan berdo’a bahwa sebuah hikmah dari suatu perjalanan yang dibayar dengan mahal tentunya ada manfaat akan membuka pintu hikmah-NYA dan Hidayat-NYA. Tidak mengeluh dan pantang menyerah dan selalu berusaha, berdo’a pastinya akan dibukakan rejeki dari langit dan Bumi…

AMIN>>>>>>>

About Nangim

Ngalap Berkah

Posted on May 18, 2011, in Pendidikan, Serba-serbi and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: