Jadual Pemulangan Kloter Haji Tahun 2016

haji-pulang-bnaDaerah Kerja (Daker) Makkah telah mulai memulangkan jemaah haji dari Tanah Suci ke Tanah Air. Kloter gelombang awal mulai Minggu (18/09),  sejumlah 13 kloter dengan total jemaah sekitar 5250 orang mulai diberangkatkan.

Sepulangnya jemaah haji, pelayanan kepada jamaah haji masih berjalan, yakni layanan kesehatan. Jemaah haji diberikan kartu periksa yakni Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) sebagai pengantar periksa di rumah sakit atau Puskesmas.

Hubungan dengan pengambilan koper, zam-zam dan paspor sesuai kebijakan dari Kementerian Agama Kabupaten/Kota dengan koordinasi Embarkasi asal Jamaah.

Berikut Jadwal Pemulangan.

  1. Gelombang Awal 13 Kloter
  2. Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Solo
  3. Pemulangan Jemaah Haji Kabupaten Banjarnegara

haji-banjarnegara-2016

 

Selamat kembali Ke tanah air para Tamu Alloh SWT. Semoga menjadi Haji Mabrur…

Semoga bermanfaat.

Minggu, Kloter Awal Mulai Pulang ke Tanah Air

haji-pulang-banjarnegaraKloter awal kepulangan jamaah haji Indonesia mulai dilaksanakan pada Sabtu 17/9. Kloter awal dari Embarkasi Solo/ SOC 015 menjadi kloter pertama yang diterbangkan kembali ke tanah air dan perkirakan tiba di Surakarta pukul 19.15 WIB;

Diinformasikan Daerah Kerja Makkah bahwa seepanjang Minggu (18/09), ada 13 kloter yang akan diberangkatkan dengan total jemaah sekitar 5250 orang. Adapun data ke-13 kloter yang akan pulang ke Tanah Air besok adalah sebagai berikut:

1. SUB 002, estimasi jumlah jemaah 448 orang, akan terbang dengan Saudia Airlines SV 5630 pukul 00.50 WAS dan diperkirakan tiba di Surabaya pukul 15.20 WIB;
2. SOC 001, estimasi jumlah jemaah 354 orang, akan terbang dengan Garuda Indonesia GA 6701 pukul 02.30 WAS dan diperkirakan tiba di Surakarta pukul 19.15 WIB;
3. BDJ 002, estimasi jumlah jemaah 295 orang, akan terbang dengan Saudia Airlines SV 5902 pukul 04.20 WAS dan diperkirakan tiba di Banjarmasin pukul 19.30 WITA;
4. PLM 001, estimasi jumlah jemaah 449 orang, akan terbang dengan Saudia Airlines SV 5700 pukul 05.05 WAS dan diperkirakan tiba di Palembang pukul 18.45 WIB;
5. BTH 002, estimasi jumlah jemaah 447 orang, akan terbang dengan Saudia Airlines SV 5710 pukul 05.30 WAS dan diperkirakan tiba di Batam pukul 18.30 WIB;

6. SOC 002, estimasi jumlah jemaah 351 orang, akan terbang dengan Garuda Indonesia GA 6601 pukul 07.10 waktu Arab Saudi (WAS) dan diperkirakan tiba di Surakarta pukul 23.15 WIB;
7. JKS 002, estimasi jumlah jemaah 442 orang, akan terbang dengan Saudia Airlines SV 5706 pukul 08.00 WAS dan diperkirakan tiba di Jakarta pukul 22.10 WIB;
8. BPN 001, estimasi jumlah jemaah 353 orang, akan terbang dengan Garuda Indonesia GA 4201 pukul 10.30 WAS dan diperkirakan tiba di Balikpapan hari Senin (19/09) pukul 04.45 WITA;
9. JKG 003, estimasi jumlah jemaah 392 orang, akan terbang dengan Garuda Indonesia GA 7562 pukul 13.50 WAS dan diperkirakan tiba di Jakarta hari Senin (19/09) pukul 03.50 WIB;
10. MES 002, estimasi jumlah jemaah 384 orang, akan terbang dengan Garuda Indonesia GA 3202 pukul 16.20 WAS dan diperkirakan tiba di Medan hari Senin (19/09) pukul 05.05 WIB;

11. JKS 003, estimasi jumlah jemaah 444 orang, akan terbang dengan Saudia Airlines SV 5702 pukul 17.00 WAS dan diperkirakan tiba di Jakarta hari Senin (19/09) pukul 07.10 WIB;
12. PDG 002, estimasi jumlah jemaah 452 orang, akan terbang dengan Garuda Indonesia GA 3402 pukul 18.30 WAS dan diperkirakan tiba di Padang hari Senin (19/09) pukul 07.35 WIB; dan
13. SUB 003, estimasi jumlah jemaah 442 orang, akan terbang dengan Saudia Airlines SV 5730 pukul 21.00 WAS dan diperkirakan tiba di Surabaya hari Senin (19/09) pukul 11.30 WIB.

Jadwal Pemulangan Haji 1437H/2016

Pelaksanaan ibadah tahun ini akan berakhir, kinerja pelayanan khususnya dari Kemenag dinilai sudah makin membaik, akomodatif serta meningkat siginifikan. Sistem dari Program haji juga mengalami banyak penyempurnaan, bahkan di tahun mendatang, kuota jamaah haji Indonesia dipastikan bertambah.

Tidak ketinggalan rasa syukur sebab penyelenggaraan ibadah haji di tahun ini relatif sangat lancar, namun masih membutuhkan evaluasi (Nangim).

Sumber : KemenagRI

Info : Total Jemaah Wafat 100 Orang di Saudi

wukuf-arafahPuncak wukuf di Arofah, Jutaan jemaah haji dari seluruh dunia dunia, termasuk lebih dari 150ribu jemaah haji Indonesia.  Namun sehari tercatat total 100 jemaah haji Indonesia yang wafat di Saudi. Data berasal dari Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan sebagaimana dilangsir dari laman web resmi kemenag RI.

Disampaikan Penghubung Kesehatan dr. Ramon Andreas di Daker Makkah, bahwa Jemaah haji tahun ini cukup disiplin untuk tetap berada di tenda saat menjalani proses wukuf. Hal ini antara lain ditandai dengan menurunnya layanan antar jemaah haji yang tersesat jalan untuk kembali ke tenda maktabnya.

Berikut ini daftar lengkap 100 jemaah yang wafat:
1. Senen bin Dono Medjo (79). Embarkasi Surabaya (SUB) Kloter 007.
2. Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 002.
3. Martina binti Sabri Hasan (47). Embarkasi Batam (BTH) Kloter 006.
4. Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66). Embarkasi Aceh (BTJ) Kloter 004.
Read the rest of this entry

JANGAN POTONG HEWAN KURBAN? Penuhi dulu Aspek-Aspeknya!

kurbanSebentar lagi kita merayakan Idul Adha, atau sering di sebut Idul Qurban. Karena pada hari tersebut umat Islam melaksakan penyembelihan hewan qurban sebagaimana telah disyariatkan dan di Indonesia tingkat berkurban cukup tinggi. Biasanya penyembelihan dilakukan di halaman masjid, halaman mushalla, lapangan, sekolah dan tempat-tempat lainnya.

Dengan tradisi menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban ini, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, sebagaimana disampaikan Ira Firgorita, perwakilan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementerian Pertanian dalam acara Bimbingan Edukasi Penyembelihan Hewan Kurban pada Rabu lalu (31/8) di ruang sidang Kementerian Agama RI Jl.  M.H. Thamrin Jakarta.
Adapun aspek yang harus dipenuhi sebelum dan setelah pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, yakni:

  1. Kesehatan Hewan

Mencakup pemeriksaan fisik hewan dan legalitas hewan. Ada 3 tahap yang dapat dilakukan dalam memastikan kesehatan hewan, yaitu

  • Pastikan hewan kurban sehat dan telah diperiksa oleh dokter hewan serta dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan
  • Segera laporkan gejala hewan sakit kepada Dinas Peternakan atau Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan di lokasi saudara
  • Jangan potong hewan sakit
  1. Kesejahteraan hewan

Yang dimaksud di siniadalah bagaimana bersikap ihsan terhadap hewan. Bagi tenaga penyembelih/ panitia kurban harus memperlakukan hewan kurban dengan baik. Aspek kesejahteraan hewan mulai dari pengangkutan, penampungan, pemeliharaan selama penampungan dan penyembelihan.

  1. Kehalalan Daging Kurban

Pada penyembelihan hewan kurban, tenaga penyembelih haruslah yang berkeahlian menyembelih dan memahami syariat Islam (penyembelih yang berkompeten). Penyembelihan dimaksud wajib menghasilkan daging yang halal dan thayyib.

  1. Aspek Keamanan Pangan

Disini mencakup pemeriksaan post mortem, kesehatan sanitasi lokasi pemotongan dan tata cara penanganan daging. Proses pemotongan mulai dari hewan disembelih sampai pemisahan daging janganterlalu lama. agar penaganan daging dan jeroan terpisah agar tidak terkontaminasi oleh kotoran dari jeroan. Jangan tumpuk hewan yang telah disembelih tetapi belum dipisahkan kulit dan dikeluarkan jeroannya supaya tidak cepat berpotensi terjadi pembusukan daging dan jeroan.

Semoga bermanfaat!

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1437H

sidang-isbat-kemenag-riPenetapkan Awal Zulhijjah 1437H oleh Pemerintah, terlaksana melalui sidang isbat penetapan awal Zulhijjah di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin No. 6 Jakarta Kamis (1/9) yang dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sabtu, 3 September 2016 ditetapkan sebagai awal Awal Zulhijjah sehingga Hari Idul Adha 1437H jatuh pada tanggal 12 September 2016.

Sebagimana dilangsir melalui laman web resmi Kemenag RI, tim rukyat hisab Kementerian Agama melaporkan hasil pengamatan yakni, posisi hilal berada di para petugas rukyat yang tersebar di 29 titik di seluruh Tanah Air tidak melihat hilal. Posisi hilal berada di bawah ufuk minus 0 derajat 13 menit sampai minus 0 derajat 5 menit

Menag menyampaikan, “Dengan tidak terlihatnya hilal, maka bulan Zulqaidah diistikmalkan atau disempurnakan menjadi 30 hari, dan 1 Zulhijjah 1437H jatuh pada tanggal 3 September 2016. Dengan demikian tanggal 10 Zulhijjah bertepatan dengan hari Senin, 12 September 2016”.

Usai sidang Itsbat, Menag menyampaikan amanah Presiden yang berpesan kepada semua pemuka dan tokoh agama serta pimpinan ormas Islam agar pelaksanaan qurban ini bisa dilakukan dengan baik dan tertib dan tidak menimbulkan hal hal yang tidak dikehandaki.

Di akhir sidang Menag berharap, Idul Adha bisa menyatukan semuanya, memberikan keberkahan bagi umat Islam Indonesia, senada di sampaikan Ketua Komisi VIII DP RI Ali Taher

Hadir dalam sidang Itsbat tersebut Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Wakil Ketua MUI Abdullah Zaidi , Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Bimas Islam Machasin, tokoh dan pimpinan ormas Islam serta duta besar negara sahabat Islam.