Kemenag Menarik Buku Yang Tak Mendidik

Buku SKIJakarta (Minggu, 29/03/2015, 16.00) — Sehubungan dengan ditemukannya sejumlah buku mata pelajaran “Agama Islam” yang berisi hal-hal yang justru bertentangan dengan ajaran Islam, serta beredarnya buku Lembar Kerja Siswa (LKS) Madrasah Aliyah (MA) kelas X mapel SKI yang diterbitkan pihak swasta yang memicu reaksi keras masyarakat karena ada indikasi pelecehan sahabat Nabi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan arahan sebagai berikut:

Pertama, menginstruksikan kepada setiap kepala madrasah untuk tidak mempergunakan LKS tersebut di madrasah.

Kedua, madrasah yang sudah terlanjur memiliki LKS tersebut karena diperdagangkan oleh penerbit swasta, agar segera menariknya, dan menolak jika ada penawaran dari pihak penerbit.

Ketiga, surat edaran tertulis tentang instruksi ini akan segera dikirim ke Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia pada Senin (30/03) besok.

Menag berharap aparat penegak hukum segera mengusut kasus tersebut, dan membawanya ke proses hukum. Kemenag terus melakukan penelusuran dan pemantauan atas adanya upaya pihak-pihak untuk memasukkan paham-paham tertentu yang bertentangan dengan paham mayoritas umat Islam Indonesia.

Menag sudah mengkomunikasikan hal ini dengan Mendikbud, dan akan menempuh kebijakan yang sama untuk menarik buku-buku tersebut.

Demikian dan Terima kasih.

Ttd. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin

 

Sumber :

SIARAN PERS Kementerian Agama RI (Download)

Kankemenag Bina Penyuluh Agama Islam

DSC03222 Dewasa ini, Penyuluh Agama Islam mempunyai peran penting dalam pemberdayaan masyarakat, kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama Islam dan pembangunan melalui bahasa agama. Penyuluh agama islam menjadi ujung tombak Kementerian Agama RI dalam melaksanakan penerangan agama Islam di tengah pesatnya dinamika perkembangan masyarakat Indonesia.

Kamis, 12 Maret 2015 di adakan Rapat Koordinasi dan Pembinaan Penyuluh Non PNS di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Banjarnegara bertempat di Aula Kantor. Acara mengundang 247 Penyuluh Agama Islam Non PNS se Kabupaten Banjarnegara.

Secara yuridis telah turun Surat Keputusan (SK) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah sebagai landasan pembuatan Surat Tugas resmi di angkatnya para peserta menjadi Penyuluh Agama Non PNS. Dengan legalitas tersebut termaktub di dalamnya gaji 300rb perbulan.

“Penyuluh diangkat dalam jabatan mempunyai kewajian selain hak yang sudah legal. Kewajiban melaporakan kegiatan yang dilaksanakan sebagai penyuluh sesuai aturan yang berlaku” disampaikan Kepala Kantor, Drs. H. Farhani, SH. MM dalam pembinaannya. Laporan wajib dibuat sebagai dasar mencarikan gaji yang rencananya dibayarkan setiap triwulan.

Farhani juga menyampaikan bahwa pandangan dan paradigma tentang pegawai Kementerian Agama sudah mulai berubah dengan perbaikan layanan, penertiban, membangun citra sebagai aparatur pemeritah yang profesional dan lain sebagainya. Hal itu berimbang dengan kesejahteraan yang mulai diperhatikan tentunya, termasuk Penyuluh Agama Islam Non PNS.

Penyuluh Agama Islam sebagai leading sektor bimbingan masyarakat Islam, memiliki tugas/kewajiban yang cukup berat, luas dan permasalahan yang dihadapi semakin kompleks. Masalah degradasi moral, regulasi aturan dan hipnotis tayangan Televisi dan kemajuan teknologi menjadi tantangan dalam pembangunan mental, moral, dan nilai ketaqwaaan terutama generasi muda.

Kementerian Agama melalui seksi Bimas Islam memiliki harapan bisa membawa penyuluh Agama Islam ke acara formal dalam pelatihan dan penugasan. Pengangkatan citra penyuluh agar sejajar dengan guru wiyata bhakti di sekolah formal juga diperjuangkan dengan berbagai kegiatan dan kebijakan. “Penyuluh agama juga sama-sama membangun generasi dan mendidik masyarakat ke arah positif”, ditambahkan Farhani, yang disambut semangat peserta.

Acara dilanjutkan pemberian SK dan Surat Tugas secara simbolis kepada 2 orang penyuluh Agama Islam. Kegiatan rakor berupa penyampaian tugas fungsi penyuluh agama, berupa penjelasan teknis kegiatan dan kewajiban laporan yang harus dibuat penyuluh.

DSC03229 DSC03218

Pedoman dan Kisi USBN PAI 2014/2015

UsbnBersama ini kami pasang Pedoman Pelaksanaan USBB PAI & Kisi-kisi USBN PAI 2014/2015 :

Pedoman Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar PAI

Kisi-Kisi Soal USB PAI


Perkiraan Pemberangkatan Haji 2015

Bersama ini saya pasang informasi Perkiraan Pemberangkatan Haji tahun 2015, update siskohat per 3 Desember 2014. Bisa dipakai untuk selain Banjarnegara kecuali jumlanya…

Haji 2015

Semoga Bermanfaat!

Sumber : PHU Kemenag Banjarnegara, jsikemenagbara.wordpress.com

Metode Al Insyirah Alternatif Praktis Membaca Al Quran

20150207_095702Metode membaca Al Qur’an saat ini sudah sangat berkembang dan beragama mulai dari metode Qiroati, Al Baghdadi, Iqro dan Yan-bu’a. Semua metode tersebut telah menunjukkan hasil yang menggambarkan kemudahan cara membaca Al Qur’an.

Di Banjarnegara ada 2 metode yang banyak digunakan, yaitu Iqra dan Qiroati. Iqra menjadi dominan karena siapapun bisa mengajarkannya, hasilnya santri hanya sekedar bisa membaca. Qiro’ati diminati karena hasilnya santri mampu membaca dengan Murottal dan Mujawwad. Namun untuk bisa mengajar dengan metode Qiro’ati tidak semua ustadz TPQ bisa mengikuti standar dan sistem yang telah di tetapkan metode Qiro’ati.

Terdapat metode membaca Al Qur’an yang praktis sebagai alternatif, yaitu Metode Al Insyirah. Badan Koordinasi (BADKO) TPQ Banjarnegara bekerja sama dengan Kementerian Agama Kab. Banjarnegara menyelenggarakan pelatihan metode ini, di Aula Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (7/2/15) ini. Dengan mengundang 210 peserta, terdiri dari ustadz dan ustadzah TPQ, dan Guru Agama SD-MI sekabupaten Banjarnegara. Pelatihan menghadirkan Ustadz Saruji, S.Pd, penemu dan penyusun metode Al Insyirah dari Jawa Timur secara langsung.

Dalam sambutan dan pembukaan pelatihan oleh Sekda Kabupaten Banjarnegara, selaku Ketua Umum BADKO Kabupaten, Drs. H. Slamet Fahrudin Susiadi, MM, berharap kegiatan ini bisa memberikan wawasan, juga kreatifitas dalam pembelajaran Al Qur’an. Juga harus dipraktekkan agar bisa melihat hasil, dan efektifitasnya dalam pembelajaran.

Pemateri menyampaikan, bahwa penyusunan metode berdasarkan pengalaman selama 15 tahun, melalui proses mengamati, meneliti, mencari solusi agar siswa mudah dalam menerima pelajaran. Metode Al Insyirah menerapkan strategi klasikal murni, klasikal baca simak, dan individual secara proposional, sehingga proses belajar dan mengajar menjadi efektif dan efisien, mudah, menyenangkan, santri menjadi lebih tertib, target pembelajaran menjadi mudah terpenuhi, dan ada tes untuk menguji keberhasilan dengan munaqosah umum.

Penerapan metode ini menjadikan santri lebih percaya diri karena terbiasa membaca dengan Jahr dengan nada murottal dan mujawwad. Metode dilengkapi media pembelajaran, Peraga jilid 1-5 ditambah Peraga Gharib.

Peserta amat antusias dikarena selain disampikan secara ceramah, juga diberikan simulasi, serta praktek microteaching oleh pemateri, dimana sebagian besar peserta merupakan pendidik di bidang Al Qur’an.

Di akhir pelatihan di adakan diskusi yang membahas penerapan metode ini, dan sharing masalah-masalah Taman Pendidikan Al Qur’an. Selain mendapatkan sertifikat, disampaikan kepada peserta rencana pelatihan lanjutan dan pendampingan praktek selama 1 tahun